Virtualisasi Server kantor.
Setelah bulan kemaren aktifitas kantor yang sangat banyak sekali, serta mood untuk menulis yang tidak kunjung tiba plus di tambah dengan tiba-tiba tanpa sebab Zimbra mail server kantor yang sebelumnya running well harddisk nya ngadat tanpa tau sebab dan musababnya. Semakin komplekslah beban kerja yang harus saya pikul, belum lagi dalam waktu mempet harus berangkat ke Jakarta untuk mengikuti training yang sudah di schedule sebulan sebelumnya. Akhirnya dengan berkerja cepat saya routing semua email kantor ke Google Apps yang sudah saya sediakan sebelumnya untuk keperluan backup email.
Sepulang dari Jakarta saya baru bisa melakukan install ulang mail server setelah harddisk garansi yang di klaim dari Dell Indonesia datang. Proses restore dari backup berjalan dengan well, hanya pas mengakses email via Web Access ada kesalahan di sana sini, namun setelah bolak balik wara wiri ke berbagai forum Zimbra luar dan dalam negeri di internet akhirnya masalah ini bisa di atasi, dan semua user bisa mendapatkan email mereka kembali dengan selamat.
Dari pengalaman tersebut, dan untuk memperpendek waktu down time server kritikal seperti email tersebut, dan setelah wara wiri juga di alam maya, serta melakukan serangkaian riset dan testing, akhirnya saya putuskan untuk meletakkan semua server kritikal di lingkungan virtual. Konsekwensi dari keputusan ini saya harus melakukan upgrade memory server yang sebelumnya cuman 2048MB (default bawaan Dell untuk Server PowerEdge T105) menjadi 6114MB. Serta melakukan upgrade sebuah workstation HP dari memory 1024MB ke 8192MB untuk keperluan clustering virtual server tersebut.
Untuk platform virtualnya saya memilih Proxmox. karena dari hasil riset dan testing Proxmox lah yang memuaskan untuk keperluan saya tersebut. Berikut di bawah ini adalah beberapa capture layar dari lingkungan virtual tersebut.

Terlihat ada lima server yang tertanam di lingkungan virtual Proxmox dari dua server yang sudah di cluster, dua dari server tersebut merupakan server Windows, yaitu Windows Server 2008 R2 untuk keperluan riset (Lab) dan Windows Server 2003 SBS untuk Server aplikasi purchasing SOFI + MS SQL 2000.

Salah satu server Ubuntu 8.04 LTS untuk Zimbra mail server sedang saya lakukan upgrade ke versi paket terbaru.
Yang paling membantu saya dengan lingkungan virtualisasi ini, saya merasa sangat nyaman dan aman karena ada vitur backup yang sangat canggih. In case salah satu server crash, saya bisa melakukan restore kembali server tersebut dalam waktu tidak sampai satu jam dari file backup yang telah tersimpan di media penyimpanan (NAS atau TAPE). Juga jika lingkungan virtualnya yang fault misalnya kejadian harddisk rusak seperti yang saya ceritakan sebelumnya. Kita dapat menginstall Proxmox di hardware lain, dan melakukan restore file RAW image server yang sudah kita backup. Waktunya tidak lebih dari 1 jam server sudah up kembali. benar sangat membantu.
| Print article | This entry was posted by atha on 02/07/2010 at 6:33 pm, and is filed under Linux. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed. |
about 1 month ago
Salam kenal,
Cukup menarik artikelnya. saya pingin tahu lebih banyak tentang virtualisasi. bisa ditunjukkan bagaimana caranya ?
Juga kapan saatnya company saya mulai mempertimbangkan virtualisasi dan yang seperti apa ? terima kasih
about 1 month ago
Virtualisasi saat ini memang lagi ngetren. Dengan virtualisasi kita dapat menghemat puluhan juta rupiah untuk pembelian perangkat server yang baru. Untuk membuat vitualisasi saat ini sangat banyak software yang bisa kita gunakan, dari yang komersil seperti VMWare & Hyper-V, sampai yang OpenSources seperti Qemu dan KVM.
Kapan saatnya hanya anda yang bisa memutuskan, seperti apa, tergantung kebutuhan perusahaan anda apa?
about 1 month ago
kalau tergantung kebutuhan juga agak susah menakarnya Mas. Bisa gak ada masukan dikasi clue-nya….. tx a lot
about 1 month ago
cluenya ya seperti yang saya sebutkan diposting saya. Saya menggunakan virtual untuk mail server. jadi kalo email server tersebut masalah lagi, saya tidak disibukan dengan:
menginstall os,
install program mail server,
Konfigure Program mailnya
dan restore inbox email user
Terlihatkan, kita harus berkerja 3 x. Nah dengan virtual, saya cukup kerja sekali saja, yaitu merestore image virtualnya dari media backup ke server yang baru. Atau kalo hdd yang failure, paling kerja dua kali saja.
Install virtual Environment
dan restore image dari backup
Nah, implementasi untuk anda bisa saja beda untuk server yang lain.