Linux
Koding lagi….
Jun 28th
Setelah sekian lama meninggalkan dunia pemograman, sekarang balik lagi. Karena dulu waktu belajar membuat program menggunakan bahasa Basic (Visual Basic 6.0) maka sekarang saya memilih bahasa JAVA untuk saya pelajari.
Nah, berikut ini adalah tampilan dekstop Ubuntu saya dalam melakukan koding JAVA dengan Netbeans.
Mengapa saya pilih JAVA, kenapa bukan yang lain. Alasan saya adalah JAVA bisa berjalan di platform apa saja. Sekali koding bisa jalan di Windows, Linux, serta Mac OS X.
Itu yang saya suka…
Windows tak dapat dibuang…
Jun 8th
Harus di akui memang, ketika kita masih berkerja dengan platform yang masih keuekeuh mempertahankan ke-exclusive-pannya. SisOp Windows masih dibutuhkan.
Berikut ini adalah mengapa saya masih membutuhkan Windows walo sehari-hari sudah berkerja di lingkungan desktop Ubuntu. Namun demikian kebutuhan tersebut masih bisa dipenuhi walaupun dalam lingkungan Ubuntu sekalipun.
Bagaimana dengan anda?
Akhirnya datang juga…
Jun 2nd
Setelah menunggu selama 4 minggu akhir ini CD Ubuntu yang diminta di Shippit datang juga. Sebenarnya datangnya sudah satu minggu yang lewat, cuman kali ini datang tidak sesuai dengan permintaan. Minta 20 datangnya cuman satu-satu. Satu Ubuntu Desktop, satu Kubuntu, dan satu Ubuntu Server.
Jadi kali ini tidak bisa bagi-bagi, semua digunakan sendiri.
Ubuntu 10.10
May 13th
Belum genap sebulan Ubuntu 10.04 LTS kita pake. Canonical pembuat Ubuntu sudah membuat ancang-ancang untuk membuat Ubuntu 10.10.
Tentunya akan ada beberapa fitur baru dan beberapa perubahan di Ubuntu versi 10.10 nanti. Salah satunya adalah tampilan desktop yang bernama Unity.
Cek langsung apa kata Pendiri Canonical Mark Shuttleworth tentang Unity ini:
Kosmetik baru 10.04
Mar 19th
Ubuntu 10.04 LTS release alpha 3 sudah bisa di nikmati ama pencinta Ubuntu di seluruh dunia. Walaupun release Alpha merupakan release percobaan, dan masih banyak bug di sana sini, tapi sudah merupakan tampilan wajah baru dari veri Ubuntu yang rencananya akan keluar pada akhir April tahun ini.
Di sini saya mencoba mereview beberapa hal yang baru dan berbeda di Ubuntu 10.04 LTS ini dibandingkan kakaknya Ubuntu 9.10. Walaupun tampilan Ubuntu 10.04 LTS akan berubah kembali pada saat release final nanti keluar, kerena mengingat versi yang saya ulas ini masih versi Alpha.
Ok kita mulai saja.
Tampilan Desktop
Ubuntu 10.04 LTS merupakan sebuah kejutan dari Ubuntu, dimana mereka sudah meninggalkan pola tema desktop lama mereka yang sangat khas ke Afrika an dengan di dominasi warna orange dan coklat muda sehingga sangat terasa sekali aroma benua Afrika.
Namun, di versi 10.04 LTS Ubuntu merubah tema desktopnya menjadi lebih internasional dan terkesan ringan serta elegan.
Terlihat juga tombol window bergeser dari sebelumnya di sebelah kanan, sekarang menjadi di sebelah kiri mengikuti gaya Mac OS X. Namun bagi yang terbiasa dengan Mac akan merasakan sedikit ganjalan dengan tata letak tombol urutan terluarnya adalah Maximize bukannya Close seperti di Mac. Belum tau apakah posisi ini sudah fix, atau akan berubah pada saat release final keluar nanti.
Juga seperti rumor sebelumnya, Ubuntu tidak menggunakan google lagi untuk fasilitas search engine di browsernya. Sekarang Ubuntu menggunakan Yahoo Search…
Plus Minus Aplikasi
-
GIMP
Seperti rumor sebelumnya juga, Ubuntu 10.04 sudah tidak menyediakan aplikasi GIMP secara default dalam CD installernya. hal ini alasannya GIMP itu aplikasi untuk profesional, dan tidak cocok untuk pemula-pemula yang baru saja pertama kali menggunakan Linux khususnya Ubuntu, hal tersebut terbukti pada release Alpha3 ini aplikasi desain tersebut sudah tidak tersedia lagi di menu Grafis
Namun demikian kita masih dapat menginstall GIMP dari Ubuntu Software Center dengan mudah, hanya perlu koneksi internet saja untuk itu.
-
penambahan aplikasi baru.
Selain tidak mengikutsertakan GIMP dalam installer default, Ubuntu 10.04 juga menambah beberapa aplikasi yang di versi sebelumnya tidak. Beberapa aplikasi tersebut adalah:
Permainan > Gbrainy
Suara & Video > Pitivi Video Editor
Internet > Gwibber Social Clients
-
Ubuntu Software Center
Untuk menginstall dan menghapus program di Ubuntu salah satu cara yang paling mudah adalah dari USC (Ubuntu Software Center).
USC di Ubuntu 10.04 adalah pengembangan dari USC di Ubuntu sebelumnya. Beberapa fitur tambahan sangat terasa di USC versi Ubuntu 10.04 ini, diantaranya pengelompokan program dalam sub program utama. Misalkan program Internet, di sub kelompokan lagi dalam Chatting, Browsing, Messaging, dan sebagainya.
Untuk tampilan USC di Ubuntu 10.04 ini bisa di lihat di hasil tangkapan layar dibawah ini:
pengelompokan program
Proses menginstall sebuah program
-
Printer
Ubuntu 10.04 alpha3 ini semua printer jaringan di kantor saya bisa terdeteksi secara otomatis dan dapat langsung digunakan tanpa perlu driver lagi.
Siap di ajak mencentak dokumen apapun
Itulah beberapa ulasan yang dapat saya buat untuk Ubuntu 10.04 LTS ini. Karena ini masih release alpha3 maka ada kemungkinan ada beberapa perubahan pada saat release final nanti keluar. Namun sejauh ini sudah sangat nyaman untuk digunakan sehari-hari sambil menunggu hasil final keluar akhir bulan april nanti.
Salam Ubuntu!
Zimbra vs Zarafa
Feb 25th
Hai..hai..hai…. akhirnya di penghujung bulan pebruari atau bertepatan dengan 11 Rabi`ul Awal 1431 H akhirnya sebuah posting bisa keluar kembali. Karena saat ini saya lagi sibuk-sibuknya menyiapkan module training Zimbra yang saya bawakan, sehingga lama blog ini tidak terperbaharui postingannya.
beberapa hari yang lalu, salah satu calon client saya meminta saya untuk memberikan training Mail Server dan Linux Admin untuk staff IT di kantornya. Permintaannya mereka adalah Training setup Zarafa Server untuk Mail system kantor mereka yang terbaru. Karena saya baru dengar nama tersebut jadi agak penasaran dengan Zarafa ini. Dan kalo di tilik dari nama-namanya solusi mail server lengkap di Open Sources sekarang lagi tren menggunakan plesetan nama-nama binatang yang hidup di Afrika sana. Coba lihat Zimbra = Zebra (Kuda Afrika yang putih hitam warnanya) dan sekarang Zarafa = Zerapah (Binatang panjang leher yang juga warnanya putih hitam dan dengan pola yang berbeda) jadi tersenyum sendiri jadinya.
Ok balik ke topik. Karena saya penasaran dengan Zarafa, maka saya mengintalnya di sebuah server percobaan yang saya install di atas mesin virtual Proxmox. Untuk instalasi saya mengambil Zarafa yang versi Community yang bebas digunakan. Proses instalasinya sendiri tidak sulit bagi yang sudah biasa dengan terminal Linux, hanya jika di bandingkan dengan Zimbra Zarafa ini membutuhkan beberapa paket yang harus ada sebelum Zarafa di install. Berbeda dengan Zimbra yang sudah mengemas semuanya dalam satu paket.
Kelebihan Zarafa yang saya rasakan hanya akses ke halaman Webmailnya yang lumanyan cepat di bandingkan Zimbra. Tapi menurut saya sesuai dengan fitur yang di usung. Zimbra jadi lambat karena banyak fasilitas yang harus di load, dan interaksi interfacenya yang sudah seperti layaknya aplikasi desktop biasa. Sementara Zarafa dengan tampilan apa adanya. sehingga menjadi ringan.
Berikut ini saya tampilkan beberapa screenshot untuk perbandingan Zimbra dengan Zarafa
Halaman login ke Zarafa
Halaman login ke Zimbra
Tampilan Zarafa
Tampilan Zimbra
Dari apa yang saya sudah rasakan, kesimpulan menurut saya. Saya akan tetap memilih Zimbra daripada Zarafa. Kecuali server yang saya miliki adalah server versi jadul yang masih pentium III, baru saya mempertimbangkan menggunakan Zarafa.
Nah dengan demikian, apa pilihan anda? :p
Virtualisasi Server kantor.
Feb 7th
Setelah bulan kemaren aktifitas kantor yang sangat banyak sekali, serta mood untuk menulis yang tidak kunjung tiba plus di tambah dengan tiba-tiba tanpa sebab Zimbra mail server kantor yang sebelumnya running well harddisk nya ngadat tanpa tau sebab dan musababnya. Semakin komplekslah beban kerja yang harus saya pikul, belum lagi dalam waktu mempet harus berangkat ke Jakarta untuk mengikuti training yang sudah di schedule sebulan sebelumnya. Akhirnya dengan berkerja cepat saya routing semua email kantor ke Google Apps yang sudah saya sediakan sebelumnya untuk keperluan backup email.
Sepulang dari Jakarta saya baru bisa melakukan install ulang mail server setelah harddisk garansi yang di klaim dari Dell Indonesia datang. Proses restore dari backup berjalan dengan well, hanya pas mengakses email via Web Access ada kesalahan di sana sini, namun setelah bolak balik wara wiri ke berbagai forum Zimbra luar dan dalam negeri di internet akhirnya masalah ini bisa di atasi, dan semua user bisa mendapatkan email mereka kembali dengan selamat.
Dari pengalaman tersebut, dan untuk memperpendek waktu down time server kritikal seperti email tersebut, dan setelah wara wiri juga di alam maya, serta melakukan serangkaian riset dan testing, akhirnya saya putuskan untuk meletakkan semua server kritikal di lingkungan virtual. Konsekwensi dari keputusan ini saya harus melakukan upgrade memory server yang sebelumnya cuman 2048MB (default bawaan Dell untuk Server PowerEdge T105) menjadi 6114MB. Serta melakukan upgrade sebuah workstation HP dari memory 1024MB ke 8192MB untuk keperluan clustering virtual server tersebut.
Untuk platform virtualnya saya memilih Proxmox. karena dari hasil riset dan testing Proxmox lah yang memuaskan untuk keperluan saya tersebut. Berikut di bawah ini adalah beberapa capture layar dari lingkungan virtual tersebut.

Terlihat ada lima server yang tertanam di lingkungan virtual Proxmox dari dua server yang sudah di cluster, dua dari server tersebut merupakan server Windows, yaitu Windows Server 2008 R2 untuk keperluan riset (Lab) dan Windows Server 2003 SBS untuk Server aplikasi purchasing SOFI + MS SQL 2000.

Salah satu server Ubuntu 8.04 LTS untuk Zimbra mail server sedang saya lakukan upgrade ke versi paket terbaru.
Yang paling membantu saya dengan lingkungan virtualisasi ini, saya merasa sangat nyaman dan aman karena ada vitur backup yang sangat canggih. In case salah satu server crash, saya bisa melakukan restore kembali server tersebut dalam waktu tidak sampai satu jam dari file backup yang telah tersimpan di media penyimpanan (NAS atau TAPE). Juga jika lingkungan virtualnya yang fault misalnya kejadian harddisk rusak seperti yang saya ceritakan sebelumnya. Kita dapat menginstall Proxmox di hardware lain, dan melakukan restore file RAW image server yang sudah kita backup. Waktunya tidak lebih dari 1 jam server sudah up kembali. benar sangat membantu.
Membuat FAX Server di Ubuntu.
Nov 16th
Peranan mesin FAX memang belum bisa di saingi oleh berbagai macam kecangihan teknologi sekarang. Walaupun kita jama sekarang sudah bisa berkomunikasi dengan email, instant messaging, maupun voip, kebutuhan akan mesin FAX tetap di perlukan.
Nah di sini kita akan membicarakan bagaimana membuat sebuah server yang melayani fungsi FAX secara menyeluruh. Kita tidak membicarakan lagi mesin FAX konfesional yang sudah tidak efesien lagi pada zaman sekarang yang semua menuju era paperless.
Baiklah, pada hands on lab kali ini kita menggunakan Ubuntu yang merupakan sebuah distro Linux yang sangat tenar. Langkah-langkah membuat FAX server adalah sebagai berikut:
1. Install aplikasi Hylafax
sudo apt-get install hylafax-server
1. Setting program Hylafax
sudo faxsetup
jawab pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan oleh wizart Hylafax, pastikan baris berikut ini di sesuaikan dengan kondisi anda:
Serial port that modem is to [ttyS0]? ttyS0 Isikan dengan port modem dial up anda.
Country code [1]? 62 Isi dengan kode Negara Indonesia
Area code [415]? 0778 Isi dengan kode area anda, saya tinggal di Batam kode arena saya adalah 0778
Phone number of Fax modem [+1.999.555.1212]? 12123456 Isi dengan nomor fax anda.
Pertanyaan yang lainnya cukup di tekan enter saja sampai selesai.
2. Menambahkan fax user
sudo faxadduser -u 100 user
3. Menambahkan fax admin
sudo faxadduser -a <p@ssw0rd> -p <p@ssw0rd> -u 100 admin Perintah tersebut membuat fax admin dengan nama admin dan passwordnya p@ssw0rd.
4. Cek Fax server.
sudo faxstat -a –s
5. Tes kirim FAX
sudo sendfax –n –D –d [nomor fax tujuan] test fax.
6. Jika tidak ada error berarti FAX server kita sudah siap untuk di gunakan.
Selanjutnya kita bisa memasang FAX Client. Untuk pembahasan masalah ini akan saya coba tulis di postingan berikutnya.
Semoga bermanfaat.
Posting Blog dari Lekhonee
Nov 12th
Jika di Windows alat untuk posting Blog yang mudah ada Windows Live Writer yang sangat mudah dan bagus, maka di Linux Ubuntu khususnya ada Lekhonee.
Lekhonee merupakan Blog posting yang hanya mendukung WordPress Engine.
Jadi jika blog kita menggunakan Engine dari WordPress, dan menggunakan Linux Lekhonee pilihannya. Tulisan ini di posting menggunakan Lekhonee.



